Arsip Tag: Assassin’s Creed Series

Assassin’s Creed Odyssey, Permainan Epic Berlatar Kerajaan Yunani Kuno

Assassin’s Creed Odyssey, Permainan Epic Berlatar Kerajaan Yunani Kuno

Assassin’s Creed Odyssey merupakan salah satu game paling ambisius dalam franchise Assassin’s Creed yang pernah dibuat. Berlatar pada era Yunani Kuno sekitar tahun 431 SM, tepat di tengah konflik besar Perang Peloponnesian antara Athena dan Sparta. Game ini menawarkan dunia terbuka yang luas, penuh sejarah, mitologi, dan pilihan yang benar‑benar memengaruhi cerita.

Jika kamu mencari permainan yang bukan sekadar “lari, panjat, sembunyi,” Odyssey hadir dengan pendekatan lebih ke arah action‑RPG, di mana setiap keputusan yang kamu buat punya konsekuensi untuk alur cerita, dunia, dan karakter yang kamu mainkan.


Cerita dan Karakter: Menjadi Legenda di Tengah Perang

Dua Pilihan Protagonis yang Ikonik

Di Assassin’s Creed Odyssey, kamu bisa memilih untuk bermain sebagai Alexios atau Kassandra, dua karakter yang berbeda namun di bangun di dunia cerita yang sama. Baik Alexios maupun Kassandra adalah tentara bayaran (misthios) berdarah Sparta yang terlibat dalam konflik besar Yunani dan di bentuk oleh keputusan yang kamu ambil sepanjang permainan.

Pilihan karakter ini bukan sekadar kosmetik; meskipun cerita inti mereka serupa, interaksi, hubungan dengan NPC (non‑player characters), serta beberapa jalur cerita bisa terasa berbeda tergantung siapa yang kamu pilih.


Gameplay yang Besar dan Bebas

Dunia Terbuka yang Luas

Salah satu aspek paling mencolok dari Assassin’s Creed Odyssey adalah dunia terbukanya yang luas dan hidup. Dari kota‑kota besar seperti Athena hingga pulau‑pulau kecil di Laut Aegea, kamu akan sering menemukan sesuatu yang menarik di setiap sudut peta.

Karena mengambil setting di Yunani Kuno, tantangan desain muncul, terutama dalam hal vertikalitas permainan. Tidak seperti kota‑kota Eropa di seri sebelumya, Yunani tidak penuh bangunan tinggi yang mudah di panjat. Untuk tetap menjaga elemen parkour khas Assassin’s Creed. Tim pengembang menciptakan patung‑patung raksasa dan struktur imajinatif yang bisa dijelajahi pemain sehingga menjelajahi dunia tidak kehilangan rasa khasnya meskipun settingnya berbeda.

Baca Juga:
Ghost Of Tsushima, Perjuangan Mantan Samurai Melawan Pasukan Mongol!


Sistem Pertempuran dan Pilihan RPG

Tidak seperti seri Assassin’s Creed sebelumnya yang lebih fokus pada stealth. Odyssey menggabungkan elemen RPG secara kuat. Kamu bisa:

  • Menentukan jalur kemampuan sesuai gaya bermain (assassin, warrior, atau hunter)

  • Mengembangkan gear dan perlengkapan

  • Membentuk kapal perang dan kru untuk melawan musuh di laut

  • Menghadapi musuh mitologis seperti minotaur atau makhluk legendaris lain di dunia Yunani yang fantastis

Selain itu, pilihan dialog dalam cerita tidak hanya sekadar gaya banyak keputusan yang bisa mengubah akhir cerita atau memengaruhi hubungan kamu dengan faksi dan tokoh lain di dunia game.


Mode Bermain: Eksplorasi versus Panduan

Guided Mode vs Exploration Mode

Odyssey menawarkan dua gaya bermain utama:

  • Guided Mode, yang memberi kamu petunjuk jelas di peta untuk setiap quest, memudahkan pemain yang lebih suka diarahkan.

  • Exploration Mode, yang memaksa kamu membaca petunjuk, orientasi peta, dan landmark di dunia game untuk mencari lokasi tujuan sendiri menawarkan pengalaman yang jauh lebih imersif dan menantang.

Dengan dua mode berbeda ini, Odyssey bisa di nikmati oleh pemain yang suka petualangan bebas maupun mereka yang lebih suka panduan jelas sepanjang permainan.


Visual dan Atmosfer Yunani Kuno yang Memukau

Sebagai game dengan dunia terbuka besar, Assassin’s Creed Odyssey memanjakan mata pemain dengan lanskap yang luas, mulai dari hutan hijau, pegunungan, hingga kota‑kota yang sibuk dan penuh warna. Detail arsitektur, patung besar, hingga pemandangan laut Aegea semua di rancang untuk membuat kamu merasa benar‑benar berada di dunia kuno yang hidup.

Banyak pemain dan reviewer memuji bahwa Odyssey memberikan sensasi menjelajah Yunani Kuno yang sangat nyata, bahkan bagi yang tidak punya latar belakang sejarah sekalipun. Eksplorasi dan visual ini sering di sebut sebagai salah satu daya tarik terbesar dari game tersebut.


Ekspansi dan Konten Tambahan yang Menarik

Kesuksesan Odyssey membuat Ubisoft menghadirkan DLC resmi yang memperluas dunia dan cerita utama, seperti:

  • Legacy of the First Blade, yang mengeksplorasi ancaman baru dari Ordo Para Pendahulu (Order of Ancients), organisasi yang menjadi cikal bakal Templar di seri Assassin’s Creed.

  • Fate of Atlantis, ekspansi yang membawa pemain mengeksplorasi mitos tentang Atlantis, termasuk wilayah‑wilayah seperti Elysium dan Hades yang penuh misteri.

Kedua DLC ini tidak hanya memperpanjang jam permainanmu. Tetapi juga memperkaya narasi dan lore dunia yang sudah luas dari Odyssey.


Penerimaan dan Reaksi Komunitas

Odyssey mendapatkan respon yang cukup positif secara umum dari para kritikus dan komunitas pemain. Banyak yang memuji transformasi Assassin’s Creed menjadi pengalaman RPG yang besar, dengan dunia yang dinamis dan side quest yang menarik.

Namun, karena perubahan besar ini. Ada juga sebagian pemain yang merasa Odyssey “terlalu jauh dari formula Assassin’s Creed klasik” terutama karena elemen stealth yang agak berkurang dan fokus kuat pada RPG. Diskusi tentang kelebihan dan kekurangan ini sering muncul di komunitas online, mencerminkan betapa game ini membagi opini namun tetap di anggap berani dan inovatif.


Kenapa Assassin’s Creed Odyssey Layak Dicoba?

Secara keseluruhan, Assassin’s Creed Odyssey bukan hanya game biasa; ia adalah petualangan epik yang membaurkan sejarah, mitologi, dan pilihan pemain dalam satu dunia besar yang hidup. Baik kamu penggemar sejarah Yunani. Pecinta open‑world RPG, ataupun sekadar mencari cerita yang mendalam dan visual menawan. Odyssey menawarkan sesuatu yang menarik untuk setiap pemain.

Kalau kamu tertarik dengan sejarah. Assassin’s Creed Odyssey adalah salah satu pengalaman game yang sulit di lupakan.